Game Perang Diduga Picu Peneror Air Keras di Jakbar Jadi Lebih Agresif

Game Perang Diduga Picu Peneror Air Keras di Jakbar Jadi Lebih Agresif

Game Perang Diduga Picu Peneror Air Keras di Jakbar Jadi Lebih Agresif

172jk.com – Tingkah laku agresif peneror air keras di Jakarta Barat, FY, disangka terkait dengan dengan ketagihan game perang. Psikolog yang mengecek FY, Kasandra, mengatakan game perang itu menyebabkan FY lebih agresif dalam meluapkan kekecewaan.

“Berdasar riset mengenai pemain gadget serta tingkah laku (FY), nyatanya benar-benar erat hubungannya di antara pilihan type permainan gadget, lamanya bermain gadget dengan tingkah laku,” kata Kasandra di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (18/11).

Menurut dia, orang yang suka pada permainan game yang sportif seperti sepak bola atau basket akan memengaruhi pemain untuk melakukan tindakan sesuai dengan ketentuan. Sesaat, game yang tunjukkan kekerasan seperti perang akan menyebabkan tingkah laku agresif.

“Nah dengan begitu dapat dibuktikan jika yang berkaitan memang benar ada riwayat-riwayat agresivitas yang selanjutnya diperkokoh adanya permainan game. Adanya permainan game yang diambil ialah permainan game perang atau perselisihan,” kata Kasandra.

Walau demikian, dia menyebutkan tingkah laku jelek FY dipacu oleh keadaan keluarga. Menurut dia, FY merasakan kurang kasih sayang dari ke-2 orang tuanya.

“Karenanya jadi fundamen atau fondasi dari profile satu orang itu yang turut bertanggungjawab mengapa ia tidak mempunyai nilai kasih sayang pada orang,” kata Kasandra.

Baca Juga : Bukan Ahok, Dahlan Iskan Sebut Nama Ini Lebih Cocok Jadi Bos BUMN

Sepanjang lakukan intimidasi air keras, menurut Kasandra FY belum pernah pikirkan nasib sembilan wanita sebagai korbannya. Pria itu cuma ingin wanita sebagai korbannya rasakan sakit yang dia derita.

“Yang penting ialah beberapa orang rasakan penderitaan ia yang tentunya tidak adil serta tidak sesuai nilai-nilai kewajaran serta nilai-nilai kasih sayang pada sama-sama,” kata Kasandra.

Diluar itu, FY mempunyai fakta sendiri pilih korban dengan ciri menggunakan rok. Walau, Kasandra menjelaskan, FY sebetulnya tidak tertarik dengan wanita.

“Ia lebih tertarik ke game, serta penentuan korban ini lebih pada fakta wanita ini inferior (lebih lemah) ya. Berarti dipandang lebih lemah serta yang diambil sebab memakai rok panjang,” kata Kasandra.

Menurut Kasandra, pemakai rok akan susah menantang FY waktu terserang memakai air keras. Hingga, FY berasumsi dapat dengan mulus melarikan diri.

“Sebab pakai rok bermakna tidak dapat memburu, sebab ia gunakan motor. Jika contoh korban lelaki bisa saja lelaki akan memburu serta membalas,” kata Kasandra.

Intimidasi penyiraman air keras berlangsung di tiga tempat, yaitu Meruya, Kembangan, serta Kebon Jeruk. Korbannya terbagi dalam delapan pelajar SMP serta satu orang pedagang sayur.

Serangan pertama menerpa dua orang pelajar SMP di Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada 5 November. Selanjutnya serangan ke-2 yang dikerjakan selang tiga hari mengonsumsi korban satu orang lanjut usia, Sakinah (60), dia disiram di rumah tinggalnya di Meruya, Kembangan.

Intimidasi paling akhir berlangsung pada Jumat (15/11) siang di Jalan Mawar, Srengseng, Kembangan. Enam orang pelajar SMP jadi korban serangan itu.

Tetapi, sebelum laganya didapati, FY pernah lakukan satu intimidasi yang sama pada 3 November. Tetapi dalam serangan di dekat Polsek Kebon Jeruk itu, kandungan soda api yang dipakai oleh FY tidak besar hingga tidak jatuh korban. Momen itu pun tidak diadukan ke faksi kepolisian.