Isi curhat Prabowo kepada Luhut Pandjaitan

Isi curhat Prabowo kepada Luhut Pandjaitan

Isi curhat Prabowo kepada Luhut Pandjaitan

172jk.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengunjungi Kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Dalam kunjungannya, Prabowo mengaku ingin bertemu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Menurut Prabowo, sebagai junior Luhut, ia ingin meminta saran atau masukan ihwal pertahanan negara.

“Beliau senior saya. Beliau Menko di bidang maritim. Ya saya tentunya minta saran, minta pemikiran beliau,” katanya di Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta Pusat, Kamis (7/11) malam.

Bukan hanya ke Kemenko Maritim, bahkan Prabowo mengungkapkan dirinya juga berniat mengunjungi seluruh kementerian atas kepentingan yang sama. Hanya saja, dia belum bisa memberitahukan kapan kunjungan demi kunjungan itu berlangsung.

“Saya sedang keliling ke semua menteri, ke semua, satu-satu. Saya akan minta masukkan masalah pertahanan,” sambungnya.

Baca Juga : Respons Ahok Disebut Masuk Bursa Dewan Pengawas KPK: Hoaks, Saya Kader PDIP

Sementara itu, ketika disinggung ihwal kunjungan kerja (kunker) ke PT Pindad (Persero), Bandung, Jawa Barat, mantan Danjen Kopassus itu mengaku hanya berupaya menjalankan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kunjungan itu merupakan langkah awal Kementerian Pertahanan (Kemenhan) guna merealisasikan visi Jokowi dalam bidang pertahanan. Adapun visi tersebut yakni mengembangkan produksi alat utama sistem persenjataan TNI (alutsista) dalam negeri atau industri pertahanan secara umum.

“Saya sangat bangga. Presiden juga sudah memberi instruksi secepatnya alat-alat kita untuk dibangun di dalam negeri. Termasuk soal KFX/IFX, kita kaji semua ya,” tegas dia.

Di tempat berbeda, Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan) Kemenhan, Bondan Tiara Sofyan mengatakan, urusan kelanjutan proyek kerja sama pesawat tempur Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) tengah dalam proses negosiasi.

Menurutnya, saat ini pemerintah masih mendapatkan beberapa kendala, utamanya adalah soal besarnya biaya. Namun setelah pengkajian ulang, nyatanya gambaran untuk kembali melanjutkan proyek tersebut telah didapatkan.

“Jadi belum sekarang ya untuk ini. Masih masuk tahap prototype,” tegas dia.